Mulai dari satu tujuan

Sebelum memilih warna atau font, tentukan apa yang perlu dilakukan pengunjung. Apakah mereka ingin melihat karya, memahami sebuah layanan, atau menghubungi Anda? Tujuan ini menjadi dasar untuk menyusun isi halaman.

Untuk sebuah portofolio, informasi pembuka perlu menjelaskan siapa Anda dan pekerjaan yang Anda tangani. Setelah itu, tampilkan contoh karya dan jalur kontak yang jelas. Setiap bagian sebaiknya menjawab pertanyaan pengunjung berikutnya.

Beri setiap informasi tempatnya

Judul membantu orang memindai halaman. Paragraf memberi konteks, sedangkan tombol menawarkan tindakan. Jika semuanya besar dan tebal, ketiga peran itu menjadi sulit dibedakan.

Gunakan variasi ukuran dan ketebalan secukupnya. Jarak antarkelompok informasi juga perlu lebih besar daripada jarak di dalam kelompok tersebut. Dengan begitu, hubungan antara judul dan penjelasannya langsung terlihat.

Periksa isi, bukan hanya lebar layar

Website responsif tidak cukup hanya mengecilkan tampilan desktop. Sebuah susunan lima kolom mungkin perlu menjadi dua kolom pada tablet dan satu kolom pada ponsel.

Periksa judul terpanjang, tombol kontak, dan paragraf dengan isi nyata. Pastikan teks tetap terbaca dan dekorasi tidak menutupi tindakan penting. Uji juga perpindahan dari satu bagian ke bagian lain.

Akhiri dengan langkah yang jelas

Gunakan label tombol yang menjelaskan hasil tindakannya, misalnya Lihat proyek atau Hubungi via WhatsApp. Jangan membuat pengunjung menebak ke mana sebuah tautan akan membawanya.

Tampilan yang sederhana bukan berarti kosong. Artinya, setiap elemen punya alasan untuk berada di sana dan membantu pengunjung menyelesaikan tujuannya.

Tentang penulis

Taufik Prabowo

Ahli IT, web designer, dan spesialis implementasi AI yang berbasis di Bandung.

Punya ide serupa? Mari ngobrol dan temukan solusinya bersama.

Mari Ngobrol
Kembali ke blog